Jumat, 24 April 2009
Tentang seseorang
Minggu, 19 April 2009
Journey to Merbabu (2)

Kami tertidur dengan pulas guna memperoleh tenaga kembali. Aku terbangun sekitar jam 4.30. Aku mencoba membangunkan teman-teman yang lain untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju ke puncak. Namun tak ada yang menggubris, sial banget aku. Maka aku kembali melanjutkan lelapku. 1 jam kemudian Wowon bangun untuk sembahyang, aku juga bangun karena merasa perutku ada sedikit masalah. "Mencoba merasakan 'peper' digunung ah" batinku. dan ku lakukanlah, dengan persediaan air 1,5 liter, tisu yg cukup banyak. Jam menunjukkan jam 6 kurang 15 menitan. Kami memutuskan untuk melanjutkan ke puncak. Sekitar 15 menit kami bongkar tenda, dan packing. Akhirnya sekitar jam 6 kami sudah siap dan mempersiapkan perjalanan kami. Kami awali perjalanan itu dengan doa kami masing-masing. Perjalanan kami mulai dengan track yang sedikit landai. Dan ketika menuju jembatan setan kami dihadapkan oleh track yang mulai curam. perlahan namun pasti Aku melangkah di belakang sendiri. Tak tau apa yang terjadi pada teman-teman. Mereka ada jauh di depanku. Tidak lama aku mendengar suara Jemblinx memanggil namaku. oh, ternyata mereka break di atasku. Segera aku menyusul mereka dan break. Kami kembali berjalan, pertigaan lebih dekat. Namun track yang kami lalui semakin terjal saja. Sangat melelahkan bagi kami, tapi kami berprinsip puncak semakin dekat. Kami terus berjalan hingga singkat cerita kami sampai di pertigaan. kami lebih memilih puncak kenteng 9 dan triangulasi dan meninggalkan puncak syarif. Kami berbelok ke arah kanan. berjalan penuh semangat, setelah melewati sebuat bukit. di depan kami ada rombongan lain. setelah kami berhasil mensejajarkan diri dengan mereka, ternyata mereka dari UNES. Ada beberapa wanita di dalam regu mereka. Kami sampai di puncak bersama dengan rombongan tersebut. Bahkan kami sempat berfoto bersama dengan mereka. Luar biasa perjalanan yang kami tempuh. "Aku beruntung bisa merasakan hal seperti ini" batinku. Setibanya kami di kentheng 9 kami berfoto-foto ria. Dan tak ingin ketinggalan, kami juga berjalan menuju puncak paling tinggi yaitu triangulasi (tidak jauh dari kentheng 9). Kami kembali berfoto-foto ria. Bagi Jemblinx, Wowon, Ilham ini adalah kali pertama mereka mendaki, dan langsung sampai di puncak. mencapai puncak ini kami harus climbing, harus merangkak perlahan dan sangat extrim. Jam menunjukkan pukul 9 pagi, kami harus pulang menuju ke rumah kami masing-masing. Kami mulai berjalan menuruni gunung merbabu, tidak lupa aku membawa batu dari puncak tersebut. Mulai kami menuruni dengan hati-hati. Persediaan air kami tinggal 2 botol, maka kami harus hemat. Menuruni gunung lebih sulit dari pada mendakinya. Ini terbukti ketika salah satu dari kami yang takut akan ketinggian. kami harus pelan-pelan. Akhirnya kami sampai di pertigaan, "syarif sisan yo pli?" Jemblinx menawarkan padaku. "wah kawanen (kesiangan) bos, next time ajah" jawabku. Karena memang hari semakin siang, serta perbekalan kami sudah tipis. Kami kembali berjalan turun, Wowon meminta untuk break. Kami break di puncak 4, dan dari situ kami tersusul dari rombongan UNES. Tak mau kalah, kami berjalan beriringan dengan mereka. Tidak terasa kami sampai di tower, namun sebelumnya kami berpisah dengan dengan rombongan UNES di pertigaan bawah. Jalur kami berbeda dengan yang ditempuh oleh rombongan UNES. Mereka memakai jalur selatan. Kembali ke kubu kami, kami break di tower cukup lama saat itu. Melihat Wowon yang terlalu lelah. Setelah merasa cukup Aku mulai berjalan turun. Diikuti Jemblinx, Ilham,Wowon. Sampailah Aku di watu gubuk, tak lama Jemblinx datang sambil bilang Dia sempat terjatuh. Selang beberapa menit Ilham dan Wowon datang dengan wajah yang lemes. Diputuskan saat itu kami untuk membuat makanan, karena memang kami belum makan dari pagi tadi. Aku buka kompor bawaanku berserta gasnya. Kami buat mie instan serta membuat kopi panas. Selesai makan kami bersiap untuk lanjut, tapi sebelumnya kami mendokumentasikan diri di watu gubuk. Kami selesai dan akan lanjut, sial bagiku! sepatuku jebol, terpaksa aku turun dengan dengan kaki tanpa alas. Kami jalan, Pos demi pos kami singgahi untuk break. Akhirnya kami sampai di Pending, kami melepas rasa gerah kami. dengan mencuci muka kami, dan juga melepas dahaga kami. Cuaca sedikit tidak bersahabat, suasana mendung menghiasi langit diatas kami. Aku kembali repacking dengan format supaya isi carier ku tidak basah. Kembali sial bagiku, Hujan tidak jadi turun menjatuhi kami. Tidak lama kemudian kami tiba di base camp. Rasanya sungguh melelahkan, namun kami rindu dengan suasana di puncak. Suasana masih berkabut, teman-teman ada di dalam rumah dan aku diluar. Dingin sekali hawanya disana saat itu. Waktu menunjukkan jam 3 sore, kami segera melaporkan diri ke pos pendataan dan kemudian pergi meninggalkan tekelan untuk pulang menuju salatiga. Sebelumnya kami berjalan dahulu untuk sampai di jalan raya untuk mendapatkan bus. 1 jam lebih kami berjalan menuju jalan raya kopeng-salatiga. Dan sekitar jam 4 lebij kami baru dapat menumpangi seonggok bus dengan membayar 4000 rupiah tiap orang. Sampailah kami di pasar sapi. Kini dari Pasar sapi hanya Aku dan Daniel saja. Kami mampir dulu di Wijek untuk membeli minuman. Jam 6 sore kurang 15 menit kembali jalan pulang menuju jalan diponegoro 55. Yang adalah tempat tinggalku. Sampailah aku, dan Daniel pulang ke rumahnya sendiri. Dengan demikian selesai lah cerita petualangan ku. Pengalaman ini adalah pengalaman yang paling gila yang pernah ku alami. Lain waktu aku akan kembali membuat cerita petualang yang baru.
Untuk teman-teman lain yang dulu akan ikut namun tidak jadi, "sayang sekali kalian tidak dapat bergabung bersama dengan kami"
kami yang menjalani:
Daniel "Jemblinx"
Artwin "Wowon"
Ilham "Bothak"
Sabtu, 18 April 2009
Journey to Merbabu
Sabtu, 11 April 2009 (hari pertama pendakian kami)
Rabu, 15 April 2009
tempat lahir para koruptor?

Pemilu sudah terlewatkan hampir 1 minggu. Hasil dari pemilu telah dapat kita lihat di media-media masa walaupun belum hasil yang akhir. Yang ingin di singgung dalam tulisan ini bukanlah siapa dan partai apa yang memenangkan pemilu. Namun fenomena apa yang terjadi setelah suatu event yang mereka sebut pesta demokrasi. Yang terjadi adalah banyak sekali para caleg yang dulu semangat berkata-kata, membuat janji. Sekarang menjadi gila karena tidak terpilih/ kalah dalam jumlah suara sehingga mereka tidak masuk. "apa yang membuata mereka menjadi depresi?". Mereka yang depresi adalah mereka yang telah mengeluarkan banyak biaya untuk kampanye. Dan kini tidak tau bagaimana harus mengembalikan modal tersebut. Untung saja mereka tidak terpilih!! namun sekarang menjadi peringatan bagi kita semua, mereka yang telah terpilih juga mengeluarkan banyak biaya untuk berkampanye, sekarang mereka berkonsentrasi bagaimana cara menutup modal serta utang ketika berkampanye?? tidak menutup kemungkinan akan timbul sesuatu yang disebut dengan KORUPSI. Inikah hasil dari pesta demokrasi di tanah air tercinta ini? hanyalah sarana melahirkan para koruptor-koruptor baru?! Semoga yang menjadi tulisan ini tidak akan menjadi nyata.
Bravo INDONESIA!!!
(maaf apabila gambar tidak sesuai dengan tulisan)
Rabu, 01 April 2009
Lama tak kesini
Lama banget nih akika kagak menulis di web ini.. lupa klu aku punya website.. hahaha.. sekali-kali gaya ah.. banyak sekali cerita yang kulalui.. saat mehadang badai, saat aku lapar, saat girang, saat gila, saat apa aja dah.. tapi pada intinya sebenarnya berjalan seperti biasanya ajah.. bangun tidur, sekolah, makan, ngrasani orang lain.. hahahaha...
hari hari ini aku selalu inget dengan seseorang idolaku.. seorang yang selalu menjadi harapan bagi kehidupan ku.. aku semakin mbuh menghadapi uripku ini.. tapi mending di buat gampang aja lah.. selama masih bisa mendaki gunung kenapa harus khawatir??? hahaha, apa hubungane coba?? tanggal 11 april akika ada rencana naik gunung lagi ama teman2 SMA dulu.. jadi gak sabar nunggu, pengen cepet-cepet.. pengene tanggal 9 april, pengen menghindar dari pemilu yang isinya penuh dengan ke bohongan.. tapi karena aku cinta INDONESIA tetep ikut pemilu aja dah.. semoga pandangan ku tentang kebusukan politik tidak benar, sehingga INDONESIA semakin lebih baik..
bentar lagi aku kembali menjalani hidup yang luar biasa.. semoga semua berjalan dengan penuh tantangan.. salam merdeka, bravo INDONESIA...
Sabtu, 21 Maret 2009
"Indonesia adalah tanah airku, aku sangat menghormatinya. tapi kini setelah banyak yang mengenal KKN tanah airku menjadi tidak lagi se istimewa yang ku kenal"